Minggu, 10 Desember 2017

Kenapa?? dan Bagaimana??

lama gk nulis.. langsung saja.. disini mau ane ulas tentang dua kata tersebut dalam permasalahaan sehari-hari...

dalam kehidupan sehari-hari kita sering dibenturkan oleh masalah.. ketika kita dapat masalah terkadang muncul pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam diri kita dan ketika dalam posisi ngersulo/nelongso/nyesel/penasaran kita meratapinya dengan pertanyaan yg kebanyakan diawali dengan kata "kenapa"... dalam kondisi tersebut kata "kenapa" dan "bagaimana" hampir memiliki maksud yg sama.. ya wajar sih kondisi mental lagi gk memungkinkan untuk mikir jernih.. padahal klo dilihat 2 kata tersebut mempunyai jawaban yang berbeda dan itu bisa mempengaruhi kondisi kita di waktu selanjutnya.. oke langsung saja ke contoh kasus..




misalkan ketika usaha kita mengalami kerugian.. kebanyakan orang pasti bertanya "kenapa semua ini bisa terjadi??".. bukan nemu jawaban malah makin galau hahahaha coba misalkan kita ganti dengan "bagaimana ini bisa terjadi??".. secara tidak kita sadari otak kita akan merespon pertanyaan itu dengan analisa terjadinya kerugian.. kemudian analisa tersebut akan mempengaruhi keputusan kita dan tindakan kedepannya.. meskipun belum tentu akan memperbaiki kondisi tapi setidaknya ada tindakan kita untuk menghadapi kerugian tersebut..

kasus berikutnya

ketika kita melihat suatu kondisi tentang penyesalan akan hidup yg serba susah... orang galau akan meratapi nasibnya dengan pertanyaan "kenapa aku menjalani hidup yg susah??'' dan jawabannnya pasti "itu sudah takdir".. ketika disini sudah selesai tanpa ada solusi dan galau tetap berlanjut kondisi semakin buruk.. coba ganti pertanyaannya dengn "bagaimana aku menjalani hidup yg susah??" jawabannya akan beragam.. dari jawaban tersebut kita dapat mengetahui tindakan apa yang akan kita lakukan kedepannya sebagai solusinya..

nah itu adalah contoh beberapa kasus masih banyak lagi.. mungkin semua Agama mengajarkan kita untuk tidak mempertanyakan sesuatu yg menjadi kehendak-Nya tapi kita diajarkan untuk mencari solusi atas sesuatu yg sudah menjadi kehendak-Nya.. mempertanyakan kehendak-Nya dengan pertanyaan yang diwali "kenapa" tidak akan menghasilkan sebuah solusi karena kemampuan logika kita yg sangat terbatas untuk bisa mengerti maksud dari semua kehendak-Nya.. jadi mulai sekarang ganti kata "kenapa" menjadi "bagaimana" ketika kita sedang merenungi suatu kejadian.. sehingga kita tetap bisa menjalani hidup dengan optimis dan syukur tanpa kegalauan... simpan baik-baik kata "kenapa" itu sampai ketika kalian sudah melewati kejadian tersebut.. karena dalam waktu yg cepat ataupun lambat kalian akan menemukan hikmah dari suatu kejadian dan ketika kalian sudah menemukan hikmahnya kalian boleh menggunakan kata "kenapa".. yakinlah hikmah selalu ada dalam setiap kejadian..

mungkin itu saja tulisan saya kali ini mohon maaf kalau ada yg salah ini hanya perspektif dari pemikiran seorang manusia biasa.. jadi klo ada versi lain tentang sanggahan, tambahan atau saran bisa tulis di kolom komentar..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar