Di awal tahun 2013 ini kita sudah di gemparkan tentang berita terjadinya banjir di ibukota (jakarta).. banjir kali ini mengepung seluruh wilayah ibukota.. bahkan parahnya istana negara dan balaikota juga ikut terendam banjir.. betapa malunya kita akan insiden ini.. yg lebih parah lagi ketika istana negara terendam banjir, Indonesia akan mendapat kunjunga istimewa dari presiden Argentina untuk membicarakan tentang kerjasama perdagangan... kejadian ini benar-benar moncoreng muka Indonesia yg terkenal di dunia dengan nama jamrud katulistiwa..
banjir di Indonesia sudah menjadi tradisi tahunan apabila musim hujan tiba... banjir di Indonesia sering terjadi di daerah yang dekat dengan sungai.. kadang-kadang di daerah pesisir laut kalau air sedang pasang.. pernahkah kalian berpikir kenapa di Indonesia sering terjadi banjir??.. ada yang jawab tidak pernah, mungkin karena daerahnya tidak pernah terkena banjir atau ada yang menjawab tidak pernah memikirkannya karena itu adalah sudah jadi tradisi bangsa ini dan ada yang menjawab iya.. nah yang perlu di garis bawah disini adalah orang-orang yang menjawab "iya".. dari beberapa orang yg menjawab "iya" saya tanya.. "apa yg menyebabkan banjir?" jawabannya bermacam-macam ada yang menjawab "banjir disebabkan karena tidak berfungsi saluran air sehingga menyebabkan bertambahnya volume air.." ada juga yg menjawab "banjir disebabkan karena sampah.. akibat membuang sampah sembarangan terutama di sungai membuat penyumpatan pada aliran sungai sehingga kalau ada hujan sungai tidak bisa menampung debit air yg menyebabkan volume air di sungai menigkat.." dan ada satu lagi yg menjawab "banjir disebabkan karena kurangnya kesigapan pemerintah dalam menangani banjir.. pemerintah cuma bisa korupsi dan mengobral janji saja"..
jawaban di atas memang benar tapi kurang tepat.. sebenarnya penyebab terjadinya banjir itu karena manusia yang hidup di daerah banjir itu.. kalau ebiet g ade bilang "alam mulai bosan dengan tingkah kita" itu memang benar.. jangan pernah menyalahkan orang lain dalam hal ini karena penyebab utamanya adalah diri kita (warga negara indonesia) pernah gk kalian sadar.. secara tidak langsung kalian terlibat meskipun kalian tidak pernah merusak saluran air, membuang sampah di sungai atau menjadi pejabat yg bisa korupsi saja.. sekarang bayangkan kita tidak pernah membuang sampah tapi kita juga bertanggung jawab dengan adanya pembuatan plastik dan kertas, kepadatan penduduk, pembukaan lahan dan penyempitan hutan...
di jaman sekarang plastik dan kertas sudah seperti kebutuhan pokok.. semua serba menggunakan plastik dan kertas mulai dari bungkus makanan, media cetak, sampai peralatan rumah tangga... tapi yang paling menyebabkan penumpukan sampah adalah bungkus makanan.. sekarang jarang sekali orang menggunakan daun sebagai bungkus semuanya serba plastik..
di Indonesia yang namanya kepadatan penduduk terutama di daerah ibukota sudah seperti tumor ganas... makin lama makin besar.. selain karena kurangnya kesadaran tentang program KB juga dikarenakan urbanisasi... kepadatan penduduk di jakarta menyebabkan orang mencari tempat tinggal di manapun asalkan bisa di tinggali tak terkecuali di tepi sungai.. karena lahan semakin sempit sementara produksi plastik dan kertas semakin besar terpaksa sungai menjadi alternatif.. selain itu bagi warga yg tinggal di tepi sungai pasti akan berpikir lebih baik membuang sampah di sungai karena jaraknya dekat ketimbang di TPA..
bagi yang berada di kawasan dataran rendah berpikir mengatasi masalah di atas.. sementara di daerah dataran tinggi malah melakukan pembukaan lahan dan penyempitan hutan.. ya emang kejadian ini gk hanya terjadi di dataran tinggi saja di dataran rendah juga ada tapi gk sebanyak di dataran tinggi (untuk jaman sekarang).. kepadataan penduduk memaksa untuk membuka lahan sebagai tempat hidup penduduk itu sendiri.. selain itu kebutuhan kayu sebagai bahan untuk kerajinan dan tempat tinggal membuat semakin maraknya penebangan hutan padahal kita tahu.. kayu yg berada di hutan bisa menjadi tempat resapan air hujan alami atau bisa disebut juga sebagai bendungan alami.. hutan adalah salah satu faktor adanya banjir atau tidak.. semakin banyaknya hutan maka semakin jarangnya banjir..
yang harus kita lakukan sekarang.. mulailah kita sadar jangan hanya menyalahkan orang lain.. selain tidak membuang sampah sembarang kita harus membiasakan diri memakai peralatan yang mudah terurai (Alami) supaya produksi plastik bisa di kurangi.. laksanakan program KB dan mulai sekarang cintai hutan dengan merawat dan menanam pohon..
Untuk indonesia lebih baik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar